Capek-Capek Ikutan Kelas Inspirasi Cirebon 3, Buat Apa?

Posted on Posted in Curhat

Ini cerita kejadian bulan lalu, 18 Agustus 2017. Mungkin agak telat, tapi sebenarnya relatif. Dengan posting sekarang, aku bisa lebih jernih menceritakannya, nggak dipengaruhi resonansi “hingar bingar” hari itu.

Malam itu, ada 12 orang yang masih melek pukul 10 malam di Kafe Nom-Nom (Kota Cirebon). Wajah lelah, mata ngantuk, badan pegel, “sok-sokan” merasa kuat dan semangat buat nyari konsep yel-yel atau semacamnya. Padahal kegiatan besok cuma ketemu anak-anak SD; bukan ketemu pejabat, bukan klien perusahan yang mau kasih orderan penting, tapi acara yang sepi dari profit dan publikasi, yang mereka sebut Kelas Inspirasi Cirebon 3.

Kalau dipikir-pikir, ngapain ngurusin kegiatan yang nggak ngaruh ke karir dan pendapatan? Sudah pun tidak dibayar, duit di ATM kesedot buat transport dan akomodasi. Jadi buat apa berlelah-lelah sampai malam? Penting gituh?

Malam di Kafe NomNom. Photo by : relawan

Jawabannya tentu bermacam-macam, tergantung sudut pandang si penjawab. Tapi buat mereka, ini penting, karena kebahagiaan tidak melulu diukur dari materi. Kebahagiaan diukur dari kesempatan seluasnya untuk berbagi dengan sesama manusia, termasuk dengan anak-anak SD yang mungil kucrit, yang nggak bisa kasih orderan job atau publikasi TV sebagai feedback-nya.

Merujuk pada jargon “Kehadiranku, Inspirasimu”, Kelas Inspirasi menekankan pada semangat berbagi inspirasi kepada siswa-siswa SD agar berani memiliki impian dan berani mengejarnya.

Sebetulnya ada 13 orang. Aku tidak bisa hadir ketika itu, lantaran kedatangan rombongan dari Jakarta  yang bermaksud ziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Tapi aku mendapatkan video dan foto-fotonya lewat WA, makanya tau gimana kondisi mereka malam itu. Agak bersalah juga sih ninggalin mereka. Aku janji akan kubayar dengan dedikasi penuh besok.

Keesokannya aku cusss menuju SDN pamengkang 1, lokasi Kelas Inspirasi kami. Mazda 2 merah yang tipikal city car terpaksa kubawa merumput di area persawahan, satu-satunya shortcut yang kudapat demi tiba ke tujuan. Kak Wiwit dan Kak Talita lebih dahsyat lagi. Naek motor dipandu GPS, ujung-ujungnya nyasar juga he he…..

Kami disambut para guru dan siswa yang ramah dan penuh semangat. Kami siap memperkenalkan diri dan profesi kami, berharap para siswa tergugah impiannya, lalu membangunnya bersama-sama kami.

Photo by : Hara Hope

Bukan. Kami bukan orang hebat yang merasa besar sehingga perlu dijadikan role-model oleh siswa-siswa  mungil itu. Kami hanya sekumpulan manusia yang ingin berbagi wawasan tentang beraneka ragam profesi sebagai bahan inspirasi mereka. Prinsip inspirasi ini bukan seperti kita melihat seorang gelandangan, lalu berkata  :

“Nak, belajarlah yang giat, supaya besar nanti kamu tidak jadi seperti dia.”

Prinsip inspirasi kami selayaknya berkata :

“Nak, belajarlah yang giat, gantungkan cita-citamu menjadi apa pun kau mau. Kejar ia sampai dapat, lalu kau besarkan negeri ini dengan cara dan nilai-nilai luhur yang kau yakini–lalu kau bisa memberi kehidupan yang lebih baik bagi gelandangan itu.”

Acara dibuka oleh Kak Gladiez yang tukang insinyur. Anak-anak mungkin percaya aja kalau Kak Gladiez ini Tukang Insinyur. Kami, sesama relawan, percaya juga sih. Tapi sekaligus nggak percaya ketika dia bilang ini pengalaman pertama ikutan Kelas Inspirasi. Pasalnya gaya Kak Gladiez nge-blend banget, cocok jadi ibu-ibu pengajar nyambi MC.

Kak Gladiez ditemani Kak Deri, staf Admin PolAir, yang juga kukenal sebagai Youtuber Cirebon. Aksi keduanya udah kayak dynamic duo, mirip Anang dan Ashanti belah tengah. Mereka memimpin kami menari Shark Dance yang udah disiapkan sejak malam. Ternyata anak-anak suka! Mereka minta joget diulang dua kali. Wajah-wajah bahagia bermunculan secara sporadis bak jerawat di masa puber.

Aku, Hara Hope, mengabadikan momen berharga itu bareng Kak Kaswita Wayan dan Kak Dini. Kali ini aku ga tampil sebagai blogger/penulis novel seperti di Kelas Inspirasi Cirebon 2, tapi videografer yang berkongsi dengan dua fotografer handal itu. Peran berbeda, menghasilkan kesan berbeda. Kesan mendalam ketika menyaksikan sepak terjang relawan bersama anak-anak melalui lensa kamera.

Di ketika itu, aku menyaksikan Kak Fadla tampil fotogenik di mata bidik. Kak Fadla menjadi Fasilitator sekaligus ketua rombongan yang tangkas, baik hati, dan tidak sombong (mirip jargon yah). Kusaksikan pula Kak Fajar, yang bekerja di laboratorium tapi kegantengannya yang kosmopolit membuat dirinya dikira disc jockey (DJ). Sementara Kak Heru bekerja selaku relawan BPBD, tapi anak-anak keukeuh menyebutnya petugas pemadam kebakaran. Terserah deh, Anak-Anak. Seenggaknya kalian setuju kan, Kak Heru sama gagahnya dengan petugas pemadam kebakaran?

Jangan lupakan Kak Chachas yang ada di belakang layar menyiapkan logistik tim selama acara. Tanpa dia, kami kelaparan….. Demikian juga Kak Wiwit dan Kak Arif yang mengisahkan lika-liku hidup sebagai dosen. Atau Kak Talita yang hobi milih-milih karyawan (karena emang itu tugasnya). Sementara Kak Sartika alias Kak Chibe, diam-diam ternyata seorang spider-woman! Nggak percaya? Tonton videonya :


Alhamdulillah acara berlangsung lancar, dengan sambutan hangat dan meriah dari para guru dan para siswa. Lelah penat tidak mengapa. Tidak dibayar pun tidak masalah. Karena kegiatan ini wujud cinta kami pada bangsa Indonesia. Kami ingin memberi sesuatu kepada negeri ini yang memiliki sifat tidak hancur dimakan usia. Lewat “inspirasi” kami melakukannya. Dengan berbagi waktu, tenaga, dan biaya untuk satu hari ini, kiranya terbetik inspirasi bagi siswa-siswa manis dan lucu itu akan menjadi apa mereka di masa depan kelak.

Banyak siswa yang tidak sungkan menyebutkan cita-citanya menjadi polisi, TNI, guru, pilot, dan profesi lainnya yang umum disebutkan oleh anak-anak. Banyak juga siswa yang mendadak punya cita-cita sama dengan para relawan. Tapi momen mengharukan ketika ada seorang anak menuliskan cita-citanya untuk menjadi….. “INSPIRATOR”.

Photo by : Kaswita Wayan

Semoga tercapai semua cita-citamu, Nak. Belajarlah terus. Berkaryalah selalu. Jadilah insan-insan hebat sebagaimana kalian cita-citakan. Doa kami, menyertaimu…..

Para Ranger Kelas Inspirasi Cirebon 3 :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *