TIPS Hepi Dunia-Akhirat Liburan ke Thailand

Posted on Posted in Catatan Perjalanan (Jalan-Jalan), Curhat, Lomba Blog

Pukul 00.20 waktu Thailand. Aku dan 3 kawan (Bhakti, Reni, dan Eva) menyusuri jalanan Pattaya. Kami menuju pantai, ngebet ingin menikmati suasana malam di sana. Padahal kami tidak tahu jalan. Kami belok kiri, belok kanan, lurus sebentar, lalu…. nyasar. Kami masuk gang sempit penuh lampu billboard dan manusia berpakaian menggoda. Waduh….  salah masuk nih….

Lost in Pattaya

Hello handsome! Hello handsome!” Beberapa orang memanggilku dan Bhakti dengan genit.

“Jalan terus! Dia cewek jadi-jadian!” kata Reni.

Aih, boro-boro cewek jadi-jadian, cewek beneran juga gemeter. Pikiran hinggap ke istri di rumah yang menitipkan sekeping hati di dada (tssaaahhhhh).

“Gini nih kalau hang out tanpa persiapan. Nyasar ke mana-mana!” keluh Eva.

Kebetulan ada pedagang cumi bakar. Kami istirahat, meredakan ketegangan. Aku pesan satu, Reni pesan satu, Eva dan Bhakti juga pesan satu. Selagi nunggu pesanan, aku bertanya ke si abang, yang intinya, “lo punya menu apa aja, Bang?”

Tukang cumi bakar di Pattaya

Si abang menjawab, “squid….. fish….. ham….”

Tunggu.. tunggu….. apa?

Squid… fish…. HAM!”

Olala mataku membelalak. “Sori, guys, aku nggak jadi makan. Ada babinya. Ogah!” kataku gelagapan.

“Lha, siapa yang pesan babi? Kita cuma pesan cumi, bro. CUMI,” kata Bhakti.

“Tetap aja. Tuh lihat. Bumbunya dicampur kayak gitu. Panggangannya juga satu tempat. Bisa aja kan ada sisa daging babi nempel ke cumi kita. Nggak ah, aku nggak makan!”

“Dih, gitu aja takut. Santai, Ra, positif thinking aja. Insya Allah halal kok,” kata Reni cool.

“Ya udah, cumiku buat kamu ya.”

“Dih, aku juga nggak mau. Eva aja!”

Whuatt? Aku masih kenyang tau.”

“Kenyang kok paling semangat beli?!”

Aduh-aduh-aduh…. Kok jadi begini? Semua pada rempong, dan nggak satu pun  berani makan cumi.

Daripada gegana (gelisah, galau, merana), akhirnya kami main foto-fotoan aja di pantai Pattaya. Biarpun terlalu malam, hasilnya keren lho….

*=*

Kami sudah meninggalkan Pattaya, sekarang sedang makan di sebuah restoran Bangkok. Ternyata di sini juga ada “kejadian”.

“Kamu nggak makan ayamnya, Har?” tanya Reni.

“Nggak ah,” kataku. “Aku makan yang pasti-pasti aja. Nih, tom yam udang. Enak deh.”

“Ya ampun, Har. Ini ayam gitu lho, bukan babi kayak di Pattaya. Dijamin halal kok.”

“Kan belum tentu disembelih pakai nyebut asma Allah, Ren. Kalau di Indonesia, ayamnya udah biasa disembelih pakai cara Islam. Kalau di sini? Lo yakin ayam yang lo makan diolah pakai cara halal?”

Reni bengong, lalu garuk-garuk kepala. “Aduh.. pusing gue ikut logikamu, Har. Kita nih lagi liburan. Lagi hepi-hepi! Kapan hepinya kalau pikiranmu gitu?”

“Iya, nih, si Hara ngerusak selera makan aja,” Eva manyun.

Aku nyengir. Abis bagaimana dong. Sebagai muslim, kita punya hak sekaligus kewajiban memakan makanan halal saja, termasuk waktu liburan lebaran atau liburan akhir tahun/tahun baru ke luar negeri. Tapi emang sih, kayaknya aku terlalu rempong. Padahal, kata Reni, liburan itu harusnya hepi, bukan rempong!

Nggak boleh begini terus. Harus ditemukan formula yang pas biar hepi nggak setengah-setengah. Kan lucu kalau jalan-jalan lagi masih kayak gini. Setelah melewati kontemplasi panjang, akhirnya ketemu formula yang pas agar level hepinya naik jadi HEPI DUNIA-AKHIRAT.

Inilah dia……

TIPS  HEPI DUNIA-AKHIRAT LIBURAN KE THAILAND

Tips ini sebenarnya nggak cuma berlaku buat liburan ke Thailand. Ke destinasi lain juga bisa. Jenis liburannya bermacam-macam, utamanya liburan keluaga saat Lebaran dan liburan akhir tahun/tahun baru yang moodnya cocok banget untuk hepi-hepi.

 1.     PERENCANAAN MATANG

Fakta membuktikan, kegagalan hepi yang kami alami akibat perencanaan kurang matang. Perencanaan berguna untuk mengetahui seperti apa saja lokasi yang akan dikunjungi dan mengukur hambatan yang akan dihadapi serta solusinya. Kalau liburannya tipe solo backpacker, hambatan mungkin tidak terlalu berpengaruh. Tapi kalau tipe liburan keluarga, hambatan mesti dipikirkan benar, karena tidak setiap orang dalam keluarga dapat merespons dengan cara sama.

 2.     TUKAR MATA UANG DI TEMPAT TEPAT

Berhubung bahasan utamanya Thailand, maka mata uang dimaksud adalah BAHT.

INGAT! Jangan pernah menunda beli baht. Stok baht di Indonesia tidak sebanyak dolar AS atau Riyal Arab Saudi. Tidak semua lapak money changer menyediakan. Kadangkala kita perlu memesannya dahulu. Sebaiknya pesan jauh-jauh hari. Kalaupun mepet, sebaiknya tukar BAHT di money changer bandara. Pengalamanku, tukar BAHT Bandara Dongmeang, Thailand, lebih murah dan ratenya sama.

Terminal kedatangan Dongmeang

Gunakan baht secara bijaksana, bila perlu catat dulu daftar perkiraan pengeluaran selama liburan, mulai dari biaya konsumsi, biaya tiket masuk obyek wisata, hingga belanja oleh-oleh. Lalu lebihkan 35% dari perkiraan anggaran untuk biaya-biaya tak terduga.

Memang, kita masih bisa menukarkan rupiah lewat ATM dengan tarif sekitar Rp25.000 sekali tarik. Begitu juga kita masih bisa menukarkan rupiah di money changer di area publik Thailand, tapi nilainya lebih mahal dibanding money changer di dalam bandara.

3.     SURVEY SPOT-SPOT MAKANAN HALAL

Thailand sebenarnya tergolong ramah untuk muslim. Masakan halal bertebaran di mana-mana. Produk-produk kemasan, seperti sosis, kecap, saus, mie instan, dst sudah banyak menyematkan logo halal  MUI-nya Thailand. Yang penting kita jangan malas bertanya, mencari tahu, dan memilah makanan-makanan yang hendak dimakan lewat berbagai media internet atau jaringan teman.

Di Bangkok, kamu tidak akan kesulitan mencari makanan halal. Ada banyak spot makanan halal, misalnya di kawasan Jalan Ramkhamkhaeng. Di sini banyak terdapat restoran yang menyediakan masakan muslim Thailand.

Lapak makanan halal di sekitar Jatojak Market

Di sekitar kompleks pasar murah Jatojak juga banyak, terutama hari Minggu. Ciri-cirinya mudah dikenali. Sebagian pedagangnya berjilbab dan mencantumkan tulisan “halal”.  Kadangkala ada pedagang yang tidak menyertakan penanda, tapi tergolong tanggap. Begitu kita melintas, mereka paham  kita pelancong dari Melayu (Indonesia, Malaysia, Brunei Darusalam). Mereka akan menyapa “Assalamu’alaikum.” Kalau kita tanya, “Are you moslem?” Mereka jawab, “Yes, and this food is halal.”

Kalau di pusat perbelanjaan lain lagi. Di MBK Mall, misalnya. Ada sejumlah booth restoran di area food court yang khusus menyediakan makanan halal bersertifikat. Pilihannya bervariasi, dari masakan ala Timur Tengah hingga Melayu. Cara bertransaksinya pun unik. Kita mendepositkan dulu sejumlah uang di counter, lalu kita diberi kartu. Lewat kartu itu kita berbelanja. Jika masih terdapat sisa, kita dapat menguangkannya kembali sebanyak nominal tersisa.

Asyik kan?

Salah satu spot makanan halal di MBK Mall

Tapi kamu tidak akan mendapatkan kemudahan semacam itu di Pattaya (dan sejumlah kota besar Thailand lainnya). Bingung? Sama. Untuk itu, camkan tips nomor 4.

4.     PILIH AGEN WISATA YANG TEPAT

Salah satu keunggulan pakai agen wisata, kita nggak perlu mengurus segalanya sendirian. Tugas kita cukup hepi-hepi aja. Tapi sebelumnya, kita harus menemukan  agen wisata yang tepat dahulu.

Dulu, kami berempat datang ke Thailand modal nekat saja bareng suatu rombongan. Untung kami punya kawan orang Thailand, yang memberi tahu kami lokasi-lokasi makanan halal. Lha kalau nggak punya, gimana?

Tuk-tuk dan biskota di Bangkok

Untuk itu perlu dicari agen wisata yang punya komitmen cariin kita makanan-makanan halal.

Urusan makan bisa membuat kita rempong setengah mati, karena urusan makan nggak boleh dipandang remeh. Jauh-jauh datang ke negeri orang, masa nggak merasakan kulinernya? Tapi jauh-jauh datang buat merasakan kuliner, masa iya juga mesti melanggar aturan agama? Kan nggak berkah jadinya.

Pada tahun 2016 MUI mengeluarkan fatwa tentang pentingnya wisata halal, lewat FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL Nomor 108/DSN-MUI/X/2016. Di situ diatur perkara penyelenggaraan wisata syariah yang secara prinsip umum wajib:

1. Terhindar dari kemusyrikan, kemaksiatan, kemafsadatan, tabdzir/israf, dan kemunkaran;
2. Menciptakan kemaslahatan dan kemanfaatan baik secara material maupun spiritual.
 

Sederhananya, fatwa ini memuat perlindungan bagi hak-hak muslim menikmati keindahan ciptaan Allah di belahan bumi lain sambil tetap menjalani aturan agama. Fatwa ini sejalan dengan kebutuhanku (kita semua) untuk bisa wisata halal dengan cara berkah.

Belakangan ini, banyak sekali agen wisata yang merespons positif semangat fatwa MUI ini. Salah satu yang serius adalah Cheria Halal  Holiday.

Cheria Halal Holiday berdiri sejak 2012. Jangkauannya terhitung luas, tidak semata urusan haji dan umrah, melainkan wisata halal ke belahan dunia lainnya. Saya sebut serius, karena kota-kota yang menjadi tujuan wisata halal tidak semuanya punya tradisi menyediakan obyek wisata dan makanan halal. Destinasi seperti Dubai, Malaysia-Singapura, Turki, dan Uzbekistan mungkin punya tradisi itu. Tapi Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Australia, Beijing, Shanghai, Shenzhen, Spanyol, Alaska, dan Eropa mungkin tidak. Aku sempat intip situsnya, Cheria Halal Holiday punya program wisata halal ke destinasi-destinasi  di atas. Ini kesempatan bagus. Kita bisa survey dulu memastikan seberapa jauh mereka bisa bawa kita nge-trip, sekalian memastikan program mana aja yang cocok untuk kita dan keluarga.

Kalau aku, suatu saat nanti aku ingin kembali ke Thailand, karena tempat itu ngangenin banget dan aku belum puas hepi-hepi. Ditambah, Cheria Halal Holiday punya paket wisata halal Thailand yang sangat menggoda, di mana Pattaya masuk dalam agenda.

Seperti kubilang, aku kesulitan sekali cari makanan (dan hiburan) halal di situ. Kalau datang bareng Cheria Halal Holiday, mungkin nggak akan ada lagi debat heboh soal cumi di bawah intipan manusia-manusia seksi, dan nggak akan ada lagi hepi yang setengah-setengah, karena program Cheria Halal Holiday sudah sesuai  fatwa MUI, termasuk program wisata halal Indonesia yang pilihannya sangat lengkap (baca: terlengkap).

Agar punya gambaran tentang apa aja yang bisa kita lakukan di Thailand, simak video ini :


5.     JANGAN LUPA BERSYUKUR

Ini tips terakhir sebagai reminder, bahwa salah satu fakta asyik tentang liburan adalah, Allah tidak pernah melarang kita untuk hepi-hepi di dunia. Allah justru menganjurkan kita untuk bertebaran di muka bumi setelah melakukan ibadah. Artinya, Allah menganjurkan agar hidup kita balance antara kepentingan dunia dan akhirat, karena apa pun yang kita lakukan di dunia pasti berimplikasi pada akhirat kita. Jadi alangkah ruginya jika kita berlibur demi urusan dunia tapi tidak memperhatikan kepentingan akhiratnya. Padahal setiap segi kehidupan PASTI bernilai ibadah.

Maka syukurilah nikmat ini. Syukurilah kita masih diberi kesempatan untuk melihat keindahan alam di negeri lain. Syukurilah dengan cara-cara halal, karena hanya dengan begitu kita bisa mendapatkan rasa hepi paling pol, yakni hepi dunia-akhirat.

Salam wisata halal. Semoga kita tergolong umat-Nya yang selalu dilimpah berkah, rahmat, dan ampunan.

Amiin… ya robbal alamin….


Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

28 thoughts on “TIPS Hepi Dunia-Akhirat Liburan ke Thailand

    1. Nggak usah. kan masih ASEAN. Tapi mendingan pake agen travel aja, biar akomodasinya ada yang ngurusin. di tulisanku udah kukasih tau travel agent yang rekomended, Cheria Halal holiday 😉

    1. main ke sini sangat reccomended. Apalagi sama pasangan atau keluarga. Jadi hepinya bisa dibagi bersama 🙂

    1. Hayu, sinkronin dulu waktu luangnya. Kita nge-trip pake Cheria Halal Holiday aja, biar nggak pening 🙂

    1. Setuju. ada banyak banget tempat wisata keren. dengan blogwalking, kita bisa menimba wawasan biar hepinya pol-polan 🙂

    1. Ada banyak, bro. Lewat lomba-lomba juga bisa dapat gratisan. Salah satunya Cheria Halal Holiday, sering tuh ngadain lomba yang destinasinya keren-keren. Tapi nggak lewat gratisan juga hayu lah. Kamu kan ngajak aku nge-trip bareng ke Jepang tahun depan. Lewat Cheria Halal Holiday aja yuk, biar nggak pusing cari yang halal 😀

  1. Seru kayanya kalo liburan bareng temen2 ke thailand..
    Jadi pengen hehehe
    Tipsnya juga oke jg buat dipake…

    1. Betul. Utamanya guide yang paham soal kehalalan (kayak Cheria Halal Travel), ditambah blogwalking ke blog aku he he

    1. Makasih udah mampir, Jeng Yuni. Lam kenal juga dari Jogja. He he… iya, artikel ini buat lomba, tapi sebagian besar curhat kegalauan zaman waktu ngetrip ke Thailand, dan ide-ide tentang wisata halal. Alhamdulillah sekarang nggak akan galau lagi soal ginian 😀

  2. Kalau kesini mah enaknya ajak keluarga atau pasangan halal ya, Mas..he
    Tuk-tuk dan biskota di Bangkok itu unik ya, dan warnanya juga asik dilihat 🙂

    Good luck untuk lombanya ya..aamiin..
    Btw, salam kenal 🙂

  3. Dan info tambahan lainnya adalah, Thailand memiliki pusat riset produk halal. Kalau tidak salah ada di Universitas Chulalongkorn, dan diprakarsai oleh salah seorang profesor warga negara Thailand yang merupakan keturunan Indonesia.

    Sukses ya bang, semoga menang 🙂

    Masakan-masakan Thailand termasuk ramah dan cocok di lidah Indonesia. Dan kalau ada kepastian halalnya, dijamin makin tenang mencobanya 🙂

    1. Amiin…. makasih atas doanya, Mas Bart. Makasih juga atas infonya. jadi pengin ke Universitas Chulalongkorn. Dulu waktu ke sana dalam rangka studi kebijakan publiknya Thailand. Kayaknya asyik tuh kalo mampir ke pusat riset produk halal juga. Semoga ada rejeki lagi ke Thailand, salah satunya bareng Cheria Halal Holiday 🙂

  4. Salam kenal… Ceritanya seru, apalagi digodain sama cewek or cowok yang nggak jelas di Thailand. Kalo udah ribet urusan menu halal kayak gini, mending serahin ke Cheria Halal Holiday aja ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *