Ngaji Blog ke Dedengkotnya Bahasa Indonesia

Posted on Posted in Catatan Perjalanan (Jalan-Jalan), Curhat, TIPS

Ngaji itu menuntut ilmu. Hukumnya wajib biar tambah pinter biarpun udah merasa ganteng dan kece seperti saya pinter.

Saat acara Gerakan Masyarakat Hidup Sehat 21 April 2017 di Hotel Savoy Homann (baca beritanya di Abang Lelah Sakit-Sakian, Dik), saya berkesempatan ngaji lagi soal blog, kali ini ke dedengkotnya Bahasa Indonesia, Anwari Natari atau biasa dipanggil Bang Away.

Bang Away dikenal sebagai pengajar Bahasa Indonesia di pelbagai pelatihan/kampus. Curriculum vitae-nya bisa diintip di gambar-gambar berikut. Lewat tema “Mengulik Bahasa, Memaksimal Nilai Blog”, Bang Away bilang gini :

“Kekuatan deskripsi bisa mengalahkan pengambaran apa pun.”

Contohnya film Harry Potter. Meskipun filmnya banyak dipuji orang, tapi banyak masyarakat yang lebih suka versi novelnya karena penggambaran deskripsinya begitu kuat.

Blogger pun harus begitu, apalagi peran blogger sangat vital. Ketika masyarakat disuguhi berita yang simpang siur dari media-media massa, bloggerlah yang berperan mengimbangi dengan berita-berita yang benar.

Tapi tantangan blogger dalam menulis tidak cuma memaparkan conten/isi yang lurus dan benar. Soal bahasa pun harus diperhatikan saksama. Kalau bahasanya baik, menarik, dan tidak kepanjangan, maka pembaca enak membacanya. Dengan demikian, pembaca akan lebih mudah menangkap informasi yang disampaikan melalui blog kita.

Ada beberapa contoh bahasa yang keliru, kita uraikan berdasarkan contoh kasusnya.

CV Bang Away

TEST CASE

1. Judul

Misal :

“Ini Bahayanya Jika Tidur Sambil Kenakan Bra”.

Analisa : judul masih ambigu. Apakah tidurnya mengenakan bra jadi bahaya, atau justru lagi enak-enak tidur lalu ngelindur memakai bra.

 

2. Isi

Misal 1 :

“Berbalut infus, Julia Perez menyapa awak media yang menunggunya sejak siang….”

Analisa : Infus bentuknya selang. Apa mungkin cara pakainya dibalutkan?

Misal 2 :

“Awalnya karena memang aku tadinya melihat ada opportunity di bidang communication, jadi mengapa tidak aku mencoba masuk ke industri itu, karena tokh belum banyak yang melirik ke bisnis di bidang itu.”

Analisa : Kalimat kepanjangan. Sederhananya, untuk mengukur suatu kalimat kepanjangan atau tidak, coba bacakan kalimat itu. Kalau kehabisan napas di tengah-ten

gah kalimat, berarti kalimat kepanjangan.

CV 2 Bang Away

FOLLOW UP

Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan blog, sekarang saatnya mengoreksi diri sendiri. Dengan memahami kesalahan di atas, blogger diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bahasanya. Blogger harus tetap belajar, bukan agar terlihat pin

tar di depan pembacanya, tapi agar pembacanya menjadi pintar.

Saya pikir, seperti itulah memang blogger seharusnya. Blogger itu me

ncerahkan, tanpa perlu dirinya terlihat cerah bekerlap-kerlip. Blogger itu harus seperti matahari. Setiap saat matahari menerangi bumi, tapi kadang orang lupa keberadaannya. Tapi setidaknya orang akan ingat terus pada manfaatnya, Berbeda dengan bulan. Orang selalu menyadari keberadaan bulan yang menerangi malam, dan kerap menyanjung-nyanjung kecerlangannya di tengah gulita. Tapi orang lupa bahwa bulan tidak memancarkan cahaya. Ia hanyalah “pemantul” dari cahaya mentari. Matahari j

ua yang menerangi bumi di kala malam, dan orang tetap saja lupa.

Pesan moralnya?

Monggo diresapi. Setiap orang akan menangkap makna bervariasi berdasarkan pengalamannya masing-masing 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *