Kontroversi Novel SUMMER TRIANGLE

Posted on Posted in My Novel, novel
Summer Triangle cover baru

Summer Triangle adalah novel cinta remaja. Diterbitkan pertama kali tahun 2005, sebagai juara 2 Lomba Teenlit Writer 2005, lalu dicetak lagi tahun 2016 ini  dengan cover dan formula baru. Kemunculannya berbarengan sama sekuel Love in Twilight. Gosipnya, temen-temen yang udah baca Summer Triangle format baru ini mengendus kontroversi dari novel Summer Triangle !!

 Kontroversi  Novel Summer Triangle

Novel ini kutulis waktu teenlit lagi heboh-hebohnya. Aku dapet bocoran dari editorku, Mbak Indah S. Pratidina, kalo Summer Triangle dapat juara 2 karena temanya out of the box. Ada unsur Astronomi sama Mitologinya yang jarang muncul di dunia fiksi.

Lalu di mana kontroversinya? Kontroversi ada karena Summer Triangle versi 2005 punya ending beda dengan versi 2016. Kalau versi 2005, tokoh utama Rio dikabarkan tewas. Kalau versi 2016, Rio dikabarkan hidup lagi. Oang mungkin akan mencibir, “Huuu…. sengaja dipanjangin nih ye biar ada lanjutannya kayak sinetron.”

Nah, di sini aku akan kasih tahu R.A.H.A.S.I.A. yang sebenarnya terjadi “di belakang layar”.

Pertama, aku nggak anti sama cerita novel mirip sinetron. Kalau ada tokoh yang dikabarkan mati/tewas kemudian (di)-hidup-(kan) lagi, aku nggak masalah. Yang penting bagaimana cara pengemasannya.

Kedua. Summer Triangle punya tema agak berat/dark untuk ukuran novel remaja. Ceritanya tentang kematian. Yakni tentang bagaimana cara kita menghadapi kematian orang-orang terdekat kita. Ide ini kudapat waktu aku ditinggal mati Bapak. Aku eksploitasi bagian itu. Aku salurkan energinya ke tokoh Rio,  korban broken home yang ditinggal mati orang tersayang.  Aku sih berharap, dengan ceritaku ini, para pembaca yang belum pernah ditinggal mati orang tersayang akan dapat terbagi bebannya dan merasa bahwa “dia tidak sendirian”. Ini juga alasan tokoh Rio kemudian dimatikan, untuk menghadirkan perasaan bahwa kematian itu tidak dapat diduga terjadi pada siapa pun, termasuk si tokoh utama.
(baca sinopsis Summer Triangle, klik di SINI)

Ketiga. Sejak awal aku udah punya gagasan untuk menghidupkan lagi Rio di novel kedua. Berhubung waktu itu (2005) belum zamannya novel-novel sekuel, aku agak malu mengakuinya. Maksudnya, aku cari cara aman membuat ceritanya agak implisit “mengambang”, supaya aku nggak diomelin pembaca kalau sekuelnya nggak jadi-jadi.

Summer Triangle cover lama

Keempat.  Aku orang yang perfeksionis. Aku nggak mau nulis novel kalau konsepnya belum jelas, dan konsep itu harus Mitologi dan Astronomi juga biar sama rasa dengan Summer Triangle. Masalahnya….. aku nggak kunjung nemu mitologi yang cocok. Aku sebenarnya seneng sama mitologi Midas, tentang manusia yang bisa mengubah benda apa pun yang disentuhnya jadi emas. Dia akhirnya mati kelaparan gara-gara makanan yang disentuhnya juga ikutan jadi emas. Unsur matinya jelas cocok, tapi ceritanya nggak cocok sama konsep.

Kelima. Aku akhirnya nemu mitologi yang cocok, yakni Er dari Pamfilia yang ada di bukunya Plato setelah hampir 10 tahun!! Harusnya aku memang nggak usah malu-malu aja waktu itu .Dengan begitu, aku mungkin dipaksa kerja lebih keras cari mitologi yang cocok, dan nggak perlu nunggu selama ini buat dapet konsep Er dari Pamfilia.
(baca sinopsis Love in Twilight di SINI)

Setidaknya aku puas dengan mitologi Er yang aneh ini. Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan. Dan aku curahkan semua perasaanku tentang kesempatan kedua yang nggak gampang. Penjahat yang insyaf aja bisa tetap dicurigai akan berbuat jahat. Apalagi orang seperti Rio yang pernah menjadi anak  badung, pernah dikira mau bunuh diri, dan pernah mencintai Sophia dengan sangat hebat. Ini menjadi tantangan sendiri bagi Vega, pacar baru Rio; bagi Rio sendiri, bahkan Nina yang masih memendam rasa.

Summer Triangle dan Love in Twilight mungkin memiliki satu bagian klise yang mungkin tidak kalian suka. Tapi ada banyak sekali pelajaran dan kisah cinta yang indah untuk diikuti dari kedua novel ini. Akan sangat ruginya kita jiga terus terpaku pada hal sepele tidak berkenan dan melewatkan 1001 macam keindahan itu.

Nah, selamat membaca.

Salam,
Hara Hope
Penulis Summer Triangle, Love in Twilight,
pemenang Lomba Novel Teenlit Writer 2005 dan lomba lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *